Jumat, 04 Desember 2009

GEMPA SHICUAN CHINA

Sebuah gempa besar meluluh-lantakkan kawasan Sichuan, Cina tanggal 12 Mei 2008 pukul 14.28 waktu setempat. Gempa ini paling sedikit menewaskan 65.080 orang. Selain itu, 360.058 korban menderita luka-luka dan 23.150 orang hilang dalam gempa berkekuatan 8.0 pada skala richter yang menghantam bagian barat daya Provinsi Sichuan. Sekitar 14,38 juta orang dievakuasi dari kawasan yang terkena gempa.


Pada 26 Mei, Biro Seismologi China memantau 182 kali gempa susulan berkekuatan antara empat hingga lima skala Richter di Provinsi Sichuan, termasuk 28 gempa susulan berkekuatan di atas lima dan enam skala Richter. Gempa berlokasi pada 31.021°N, 103.367°E, atau 1.545 km di sebelah baratdaya Beijing dengan kedalaman hiposentrum sementara 10 km. Gempa dirasakan sampai ke Taiwan dan Thailand.

Berkali-berkali Sesar Longmenshan telah menjadi tempat gempa berasal.
Gempa sebelumnya yang destruktif terjadi di dekat episentrum gempa sekarang, yaitu gempa 7,5 Mw yang terjadi pada 25 Agustus 1933 dan menewaskan 9.300 orang





 
 

 
 

Badai Nargis, Myanmar

Badai Nargis meluluhlantakan 47 kota di Myanmar dan menewaskan sekitar 134.000 orang. Bencana alam ini disebut-sebut sebagai kedua terbesar di Asia Tenggara setelah bencana tsunami 2004. Sebagai negara tertutup yang dikekang diktator militer, saat itu Myanmar terlihat enggan membuka pintu bagi masuknya bantuan-bantuan kemanusiaan dari pihak luar, membuat banyak pihak cemas korban bencana akan melonjak menjadi jutaan karena kelaparan dan serangan penyakit. Para diplomat saat itu terpaksa harus terus mendesak rezim militer mempercepat pemberian bantuan kepada sekitar 2,4 juta korban yang selamat.


Kerusakan terparah terjadi di sekitar Delta Irrawaddy, wilayah kerusakan terbesar akibat bencana alam. Diperkirakan jumlah korban tewas mencapai 134 ribu jiwa. Dan para korban selamat tampaknya menghadapi masa depan yang lebih suram lagi. Bagi lebih dari satu juta orang tidak tersedia makanan dan penampungan. Mereka kehilangan mata pencaharian, padahal kawasan Delta disebut-sebut sebagai mangkuk nasinya Birma, karena menyalurkan 60% beras negara itu.

Tapi kini, 4,5 juta hektar sawah telah menjadi kolam lumpur. 47 ribu ternak mati tenggelam. Beberapa desa yang dulunya menampung 300 warga, musnah. Yang tinggal hanya beberapa korban selamat yang trauma. Beberapa pekan setelah bencana alam, jenazah-jenazah masih terlihat mengapung. Jenazah itu sudah menggembung dan menghitam.

Terdengar jawaban salah satu jenderal yang bertanggungjawab di wilayah itu, ketika ditanya tentang pembersihan tubuh-tubuh yang mengambang. Dia mengatakan: ’Tidak ada masalah, itu buat makanan ikan-ikan.’